Tanaman Malapari (Pongamia pinnata), yang banyak ditemukan di Pulau Lembata, memiliki kemampuan tumbuh subur dan beradaptasi dengan baik terhadap iklim panas dan kering di wilayah tersebut. Selain kemampuan adaptasinya, Malapari juga dikenal memiliki kapasitas tinggi dalam menyerap karbon, sehingga berkontribusi dalam mengurangi efek Gas Rumah Kaca (GRK) yang memengaruhi perubahan iklim.

Sebagai tanaman leguminosa, Malapari juga dapat menambahkan nitrogen ke dalam tanah, membantu memulihkan lahan kritis di kedua desa tersebut secara alami. Selain itu, biji Malapari dapat diolah menjadi minyak yang berpotensi sebagai bioenergi, menjadikannya sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

Berangkat dari hal tersebut diatas, maka Yohanes Esmedano Emi, S.Pd. dan Leonardus Asan Ladopurab masing-masing sebagai Kepala Desa Lamatokan dan Kepala Desa Bao Lali Duli di Kecamatan Ile Ape Timur, merencanakan penanaman Malapari di mulai dari lahan kritis milik Desa sekitar 10 hektar. Pada hari Selasa, 12 November 2024, bibit Malapari sebanyak 50 anakan diserahkan langsung oleh Alexander Bala Tifaona sebagai Direktur PT Lembata Hira Sejahtera (“BATARA”) yang tengah melakukan kerjasama riset Laboratorium Iklim bersama PT RADIANT dan juga riset bibit unggul Malapari Lembata bersama BRIN.

Penyerahan Bibit Malapari dari PT BATARA kepada Kepala Desa Lamatokan (Kanan), Kec. Ile Ape Timur.

“Penanaman Malapari di berbagai lokasi lahan kritis di Pulau Lembata akan memperkaya hasil riset Laboratorium Iklim yang tengah dilakukan PT RADIANT bekerjasama dengan PT BATARA,” demikian ucap Alexander Bala Tifaona.

“Tentu pada akhirnya hasil riset Lab Iklim ini dapat memperkaya riset bibit unggul Malapari yang memiliki kemampuan daya serap karbon (carbon sequestration) yang tinggi serta kadar minyak yang banyak sehingga bermanfaat dalam mendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan swasembada energi yang tengah di dorong Kabinet Merah Putih dalam program Asta Cita saat ini,” tambah Alex bersemangat.

“Kami sangat mendukung inisiatif pengembangan Malapari di Lembata. Karakter tanaman Malapari yang sudah kami dengar manfaatnya diharapkan dapat membantu memulihkan lahan kritis yang berada di Desa Lamatokan ini,” ucap Yohanes Esmedano Emi, S.Pd. – Kepala Desa Lamatokan.

“Semoga kedepannya Malapari dapat memberikan manfaat ekonomi positif bagi Masyarakat Desa Bao Lali Duli,” demikian harapan Leonardus Asan Ladopurab – Kepala Desa Bao Lali Duli.

Penyerahan Bibit Malapari dari PT BATARA kepada Kepala Desa Bao Lali Duli, Kec. Ile Ape Timur.

 

Situasi lahan di Desa Bao Lali Duli dengan latar gunung Ile Ape.

Penjelasan Kades Lamatokan dan Kades Bao Lali Duli tentang konservasi Malapari di lahan kritis dapat dilihat di Youtube Batara Channel di bawah ini

 

Categories: Artikel